Ajax dan PHP : Dasar – Dasar Ajax

Tutorial Ajax & PHP : Dasar Dasar Ajax akan menjelaskan pengertian ajax, konsep dasar HTTP request & HTTP response, membentuk XmlHttpRequest Object, Method dan properti Ajax, cara mengirim request ke server dengan ajax serta contoh dasar penggunaan Ajax

Pengertian Ajax

AJAX adalah singkatan dari Asynchronous JavaScript and XML. Pada dasarnya ajax menggunakan XMLHttpRequest object Javascript untuk membuat request ke server secara asynchronous atau tanpa melakukan refresh halaman website. Yang dibutuhkan agar ajax dapat berjalan adalah javascript harus di enable pada browser yang digunakan. Walaupun javascript merupakan dasar dari Ajax, dimana javascript sangat susah pada implementasi dan maintenance, tetapi Ajax memiliki struktur pemrograman yang lebih mudah untuk dipahami. Anda tinggal membuat object XMLHttpRequest dan memastikan object tersebut terbentuk dengan benar. Kemudian menentukan kemana hasilnya akan ditampilkan atau dikirim.

Ajax dapat digunakan untuk melakukan banyak hal, seperti loading halaman HTML tanpa refresh halaman web, validasi form dan banyak lagi yang bisa dilakukan dengan ajax. Di tutorial ini Ajax akan dipadukan dengan bahasa pemrograman PHP yang sangat powerfull. Ajax bertugas melakukan request ke web server dan PHP yang berada di server akan melakukan apa yang diminta oleh Ajax, mengirim hasilnya ke web browser dan Ajax menampilkannya kepada user. Karena Ajax dibangun dengan javascript maka untuk dapat mengikuti tutorial ini dengan baik anda perlu memiliki dasar-dasar javascript. Selain itu anda juga perlu memiliki dasar-dasar pemrograman PHP. Jika anda belum memiliki dasar-dasar PHP anda dapat memperoleh tutorialnya di website ini. Sedangkan untuk tutorial javascript anda bisa memperolehnya dari berbagai sumber yang ada di internet.

Konsep HTTP Request dan Response

Untuk mengetahui bagaimana konsep dari Ajax anda perlu mengetahui bagaimana sebuah web browser memproses sebuah request dan menerima sebuah response dari web server. Standar yang digunakan web browser pada saat ini adalah HTTP (HyperText Transfer Protocol). HTTP digunakan oleh web browser untuk mengirim request dari website ke web server dan kemudian menerima response dari web server. HTTP request berkerja seperti email, memberitahukan kapan request dikirim, berisi header yang memberitahu apa yang harus dilakukan server dan bagaimana menghandle request tersebut.

Sekali sebuah request diterima, web server kemudian menentukan response apa yang akan diberikan. Terdapat banyak kode response, tabel dibawah memperlihatkan kode yang umumnya.

Tabel 1.
ajax-dan-php-dasar-dasar-ajax-renponsecode
Sumber : Beginning Ajax with PHP From Novice to Professional, Lee Babin, 2007, hal :12.

Terdapat banyak request method yang ada, tetapi yang paling sering digunakan adalah GET dan POST. Sekarang anda telah memiliki bayangan bagaimana request dikirim ke web server dan kemudian web server mengirim response dari request tersebut ke web browser, akan mudah bagi anda untuk memahami bagaimana XMLHttpRequest berkerja. Keduanya sangat mirip, tetapi XMLHttpRequest dioperasikan di belakang layar dan tanpa memerlukan refresh halaman.

XMLHttpRequest Object

Ajax bisa dibilang adalah sebuah konsep untuk menerangkan interaksi antara client-side XMLHttpRequest Object dengan script server-side. Untuk membuat request ke web server menggunakan Ajax, anda harus membentuk Object XMLHttpRequest terlebih dahulu. Untuk membentuk object XMLHttpRequest berbeda pada setiap browser. Pada microsoft internet explorer object dibentuk sebagai ActiveX control, sedang pada browser seperti Firefox dan safari menggunakan basic javascript object.

XMLHttpRequest Methods

Setelah XMLHttpRequest terbentuk, terdapat beberapa method atau fungsi yang bisa digunakan. Method-method tersebut dijelaskan di bawah ini.

  1. abort()
    Method abort() digunakan untuk menghentikan request yang sedang berjalan. Method ini sangat berguna jika anda memperhitungkan lama waktu koneksi, misalnya jika waktu koneksi melebihi rentang waktu tertentu anda bisa menggunakan method abort() untuk menghentikan request secara prematur.
  2. getAllResponseHeader()
    Anda dapat menggunakan method ini untuk memperoleh semua informasi dari semua header HTTP yang sedang diberikan oleh server. Misalnya set sebuah header akan terlihat seperti :

    Date: Sun, 13 Nov 2005 22:53:06 GMT

    Server: Apache/2.0.53 (Win32) PHP/5.0.3
    X-Powered-By: PHP/5.0.3
    Content-Length: 527
    Keep-Alive: timeout=15, max=98
    Connection: Keep-Alive
    Content-Type: text/html
  3. getResponseHeader(“headername”)
    Method ini dapat digunakan untuk memperoleh isi dari begian sebuah header, sebagai contoh untuk memperoleh ukuran dari document yang sedang direquest, anda dapat menggunakan getResponseHeader(“Content-Length”).
  4. open (“method”,”URL”,”async”,”username”,”pswd”)
    Method ini merupakan method yang paling penting dan berguna pada XMLHttpRequest. Method ini digunakan untuk membuka koneksi dengan document yang ada di server. Dengan method ini anda memberitahukan kepada web server method apa yang digunakan untuk membuka file (“GET” atau “POST”). Sebagai catatan tidak semua argument pada method ini harus diisi, tergantung dengan situasi dan kebutuhan.
  5. setRequestHeader(“label”,”value”)
    Method ini dapat digunakan untuk menentukan header pada saat melakukan request. Sebagai catatan, method ini hanya bisa dipanggil setelah method open digunakan dan sebelum method send dipanggil.
  6. send(“content”)
    method ini digunakan untuk mengirim request ke server. Jika request dikirim secara asynchronous, maka response akan datang secepatnya. Jika tidak, response akan datang setelah response diterima oleh web browser. Parameter pada method ini tidak harus diisi, parameter ini sangat berguna untuk memproses HTML form dan memberikan anda untuk mengirim nilai dari element form ke web server.

XMLHttpRequest Properties

XMLHttpRequest memiliki properti yang dapat digunakan dan dimanipulasi, seperti dijelaskan di bawah.

  1. onreadystatechange
    Properti ini adalah sebuah event handler yang memberikan anda untuk men-trigger sebuah blok kode atau function, ketika state (sampai dimana proses request berlangsung pada waktu tertentu) berubah. Contoh, misalnya anda ingin menampilkan pesan (alert) pada saat state telah berubah menjadi complete state.
  2. readyState
    berisi informasi state dari object XMLHttpRequest pada saat properti ini digunakan (0: uninitialized, 1: loading,
    2: loaded, 3: interactive, 4: complete). Properti ini bisa digunakan untuk menangani kesalahan, memanggil blok kode atau function untuk setiap readyState. Misalnya, untuk menampilkan text “loading” pada saat readyState sama dengan 1 (fase loading) dan memanggil sebuah function pada saat readyState=4 (complete).
  3. responseText
    Properti ini akan dihasilkan pada saat request telah berhasil/complete. Misalnya anda melakukan request terhadap sebuah document di server, respon dari server akan disimpan pada properti ini. Biasanya properti ini digunakan untuk mengganti properti innerHTML dari sebuah element HTML.
  4. responseXML
    Properti ini sama dengan responseText, tetapi respon yang dihasilkan dalam format XML.
  5. status
    Properti ini memberitahukan response code yang dihasilkan dari direquest yang dilakukan. Response code yang umum terlihat pada Tabel 1. Misalkan, jika file yang direquest ke server tidak ditemukan maka status akan berisi 404.
  6. statusText
    Properti ini merupakan textual dari properti status, misal status sama dengan 404 maka statusText akan sama dengan Not Found.

Membentuk Object XMLHttpRequest

Untuk membentuk sebuah object XMLHttpRequest anda dapat menggunakan kode berikut ini :

	
function getXMLHttpRequest(){
//jika user menggunak IE
	if(window.ActiveXObject){
	    return new ActiveXObject("Microsoft.XMLHTTP"); 
	}else if(window.XMLHttpRequest){
	//user menggunakan browser selain IE
	    return new XMLHttpRequest();
	}else {alert("Status : can not create XMLHttpRequest Object");} 
}

Mengirim Request ke Server

Setelah selesai membuat object XMLHttpRequest anda dapat mengirim request ke server. Saat mengirim request ke server anda harus menentukan request method yang digunakan, apakah akan menggunakan GET atau POST. Jika anda ingin menampilkan informasi dari server maka anda akan menggunakan method GET, sedangkan jika anda mengirim informasi ke server maka gunakan method POST. Pada tutorial ini ada akan belajar menggunakan method GET (POST akan dijelaskan pada tutorial selanjunya). Untuk mengirim request ke server menggunakan method GET, anda dapat menggunakan kode di bawah.

var xmlhttp=getXMLHttpRequet();
function sendRequest(pageUrl,elementID){
	var obj=document.getElementById(elementID);
	var obj.innerHTML='loading... please wait'; 
	if(xmlhttp.readyState==4 || xmlhttp.readyState==0){
	    xmlhttp.open("GET",pageUrl,true);
	    xmlhttp.onreadystatechange=function(){
	        if(xmlhttp.readyState==4 && xmlhttp.status==200){
	            obj.innerHTML=xmlhttp.responseText;
	        } 
	    }
	xmlhttp.send(null); 
	} 
}

Function di atas mengambil parameter HTML element ID dan URL dari file yang ada di server. Pertama yang dilakukan adalah mengganti properti innerHTML dari HTML element, untuk menampilkan text “loading…please wait”. Kemudian membuka koneksi ke server dengan method open(). Jika properti readyState sama dengan 4 (complete) dan status sama dengan 200 (OK) maka tampilkan response dari server dengan mengganti properti innerHTML dari element HTML dengan properti responseText dari object XMLHttpRequest.

Sumber : http://ww.myphptutorials.com/tutorials/16/ajax-php-dasar-dasar-ajax

Membuat Website Dinamis Dengan PHP & MySQL

Website dinamis adalah website yang dapat menampilkan hamalan-halaman web dengan informasi yang selalu berubah secara atraktif dan dapat berinterkasi dengan user. PHP sangat bagus digunakan untuk membuat website dinamis. Karena, PHP tidak dapat menyimpan informasi sendiri, maka diperlukan sebuah database untuk menyimpan informasi yang ditampilkan. MySQL adalah salah satu pilihan dalam mengembangkan website dinamis dengan PHP. MySQL sangat mudah diakses dari PHP. Kelebihan PHP dan MySQL adalah dapat berjalan di semua sistem operasi.

Mulai Dari tutorial ini akan dijelaskan bagaimana cara Membuat Website Dinamis Menggunakan PHP dan MySQL. Tutorial ini akan berseri, dan setiap seri tutorial akan berhubungan dengan seri tutorial lainnya. Untuk itu disarankan untuk membaca tutorial dari awal.

Website Dinamis

Bagi kebanyakan orang sebuah halaman web adalah sebuah halaman web, yang dibuka dengan browser dan menampilkan informasi. Ada halaman web yang menampilkan informasi yang tidak berubah dan ada juga yang menampilkan informasi yang selalu berubah atau informasi terbaru seperti berita. Halaman web yang menampilkan informasi yang tidak berubah disebut dengan halaman statis, yang relatif mudah untuk dibuat. Seseorang membuat document HTML secara manual atau menggunakan tool seperti dreamweaver dan meng-uploadnya ke server sehingga bisa dikunjungi oleh pengguna. Jika diperlukan perubahan maka tinggal menggantinya dengan yang baru.

Halaman yang menampilkan informasi yang selalu berubah disebut dengan halaman dinamis. Halaman web dinamis juga di bentuk dari HTML tapi tidak sesimpel halaman statis. HTML ini dibentuk menggunakan bahasa pemrograman misalnya PHP, dimana informasi yang ditampilkan disimpan dalam sebuah “tempat penyimpanan”, yang umumnya dalam sebuah database seperti MySQL. Website yang menampilkan halaman dinamis disebut website dinamis, misalnya website yang menampilkan berita sehari-hari yang tiap harinya menampilkan informasi yang berbeda.

PHP

Larry Ullman dalam Visual QuickPro Guide PHP 6 and MySQL 5 for Dynamic Web Sites (2008) mengatakan, PHP originally stood for “Personal Home Page” as it was created in 1994 by Rasmus Lerdorf to track the visitors to his online résumé. As its usefulness and capabilities grew (and as it started being used in more professional situations), it came to mean“PHP: Hypertext Preprocessor.”.

PHP adalah bahasa pemrograman yang didesain untuk menghasilkan halaman web secara interaktik pada komputer yang menyimpannya / mengeksekusinya, yang disebut dengan web server. PHP dapat di-embedded dengan HTML, yang artinya anda dapat menggunakan HTML di dalam PHP atau menaruh script PHP dalam HTML tag. PHP dijalankan di server untuk membentuk tag HTML, kemudian server mengirimkan halaman yang diminta oleh pengguna.

MySQL

MySQL adalah database manangement system untuk relational database atau RDBMS. Database secara ringkas adalah kumpulan data yang mungkin bisa text, bilangan, binari file, yang disimpan dan diorganisir oleh DBMS. MySQL adalah RDBMS gratis yang merupakan saingan dari RDBMS yang berbayar seperti Oracle dan Microsoft SQL Server.

Walapun PHP sangat bagus dalam membangun website dinamis tetapi PHP tidak dapat menyimpan informasi pada dirinya sendiri. Karena PHP adalah bahasa pemrograman. Sehingga anda memerlukan database untuk menyimpan informasi tersebut. MySQL adalah salah statu pilihan dalam mengembangkan website dinamis dengan PHP. MySQL sangat mudah diakses menggunakan PHP.

Apa yang Anda Perlukan untuk Membangun Website Dinamis?

  • Sebuah aplikasi web server, misalkan Apache, Abyss, atau IIS
  • PHP
  • MySQL
  • Sebuah Browser seperti microsoft internet explorer, mozilla, opera, safari.
  • Sebuah text editor (dalam membuat tutorial ini digunakan macromedia dreamweaver).

untuk lebih mudahnya anda bisa menginstall XMAPP yang sudah berisi PHP, MySQL, dan Apache dalam satu paket. Dan XAMPP ini bisa didownload gratis. (Dalam menulis tutorial ini penulis menggunakan XAMPP 1.6.4) . Cara menginstall dan Menggunakan XAMPP bisa ada lihat di http://www.apachefriends.org/en/xampp.html

Website Hello World

Setelah semua kebutuhan di atas terpenuhi anda bisa memulai untuk belajar membuat website dengan PHP. Seperti pembelajaran bahasa pemograman lainnya tutorial ini akan dimulai dengan website hello world, yang akan menampilkan text “hello world”. Seperti disebutkan di atas PHP dapat ditaruh dalam HTML tag. Untuk menambahkan code PHP dalam sebuah halaman, tempatkan code PHP di dalam PHP tag:

<?PHP

?>

segala sesuatu yang diletakkan di dalam PHP tag akan dieksekusi oleh web server dan text di luar PHP tag akan segera dikirim ke web browser sebagai HTML biasa. Tetapi anda harus ingat,  file yang berisi code PHP harus disimpan dengan ektensi .php agar web server mengeksekusinya sebagai php script. Untuk membuat website hello world ikutilah langkah-langkah di bawah ini:

  1. Buatlah document baru pada text editor anda (tidak masalah editor apa yang anda gunakan).
  2. Mulai dengan mengetik document HTML dasar seperti di bawah ini :
  3. <!DOCTYPE html PUBLIC “-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN”
    http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd”&gt;
    <html xmlns=”http://www.w3.org/1999/xhtml”&gt;
    <head>
    <meta http-equiv=”Content-Type” content=”text/html; charset=iso-8859-1″ />
    <title>hello world</title>
    </head>
    <body>
    <p>Belajar PHP</p>

    </body>
    </html>

  4. Sebelum penutup tag body (</body>) tambahkan kode PHP di bawah ini :
    <?php
    echo “hello world my name is PHP<br>This is generate using PHP “;
    ?>
  5. Jadi hasil akhirnya seperti di bawah ini :
    <!DOCTYPE html PUBLIC “-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN”
    http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd”&gt;
    <html xmlns=”http://www.w3.org/1999/xhtml”&gt;
    <head>
    <meta http-equiv=”Content-Type” content=”text/html; charset=iso-8859-1″ />
    <title>hello world</title>
    </head>
    <body>
    <p>Belajar PHP</p>

    <?php
    echo “hello world my name is PHP<br>This is generate using PHP”;

    ?>

    </body>
    </html>

    echo digunakan untuk mengirim text / HTML tag ke web browser, text / tag HTML yang dikirim diletakkan dalam tanda petik dua “. PHP adalah case-insensitive jika yang ditulis adalah nama dari sebuah fungsi, jadi ECHO, eCho, dan echo semuanya akan berfungsi, tapi tentunya echo jauh lebih mudah dalam menulisnya bukan? setiap baris kode php diakhiri dengan tanda titik kome ;. Di atas, echo digunakan untuk mengirim text dan tag HTML “hello world my name is PHP<br>This is generate using PHP “. “hello world my name is PHP” dan “This is generate using PHP” adalah text dan “<br>” adalah tag HTML untuk membuat line break (enter).

  6. Simpan document tersebut dengan nama hello.php dan taruh pada direktori web server anda. Jika anda menggunakan XAMPP, anda akan menaruhnya di direktori c:/xampp/htdocs/
  7. Untuk melihat hasilnya, buka web browser anda dan ketik URL “http://localhost/hallo.php&#8221; atau “http://127.0.0.1/hallo.php&#8221;. Anda harus menggunakan URL untuk melihat hasilnya, karena PHP perlu diekseskusi oleh web server. Anda tidak bisa hanya dengan membukanya di browser seperti mebuka document HTML. Jika anda sudah melakukanya dengan benar maka hasilnya akan seperti berikut:

membuat-website-dinamis-dengan-php-mysql-helloword

Demikianlah Tutorial Membangun Website Dinamis Dengan PHP dan MySQL – Bagian hello world. Pada tutorial selanjutnya  akan dijelaskan lebih mendalam lagi tentang PHP. Jika ada suatu pertanyaan atau ada yang tidak anda mengerti dari tutorial ini silahkan tanyakan ke forum.

SELAMAT MENCOBA

Sumber : http://www.myphptutorials.com/tutorials/3/membuat-website-dinamis-dengan-php-mysql

PHP Editor Terbaik Untuk Pemrograman Web

icon-php

Mencari PHP Editor Terbaik bagi web programmer (webmaster) tidaklah mudah, banyak aplikasi Editor web khususnya PHP,HTML,CSS dan Javascript bertebaran di internet, akan tetapi tidak semua Software PHP Editor tersebut memenuhi syarat yang bisa memudahkan programmer untuk membuat sebuah Project.

Mengapa harus mencari Software PHP Editor Terbaik ?

Jawabanya adalah karena dengan bantuan PHP editor yang sempurna maka projek atau pekerjaan web programmer akan lebih cepat terselesaikan karena bantuan kemudahan fitur yang di tawarkan oleh software tersebut.

Dengan kemudahan tersebut maka tentunya para Web Programmer akan lebih produktif menghasilkan projek-projek yang sempurna.

Banyaklah pilihan dari aplikasi PHP editor bukan berarti kita harus mencoba satu per satu aplikasi tersebut, nyatanya hanya beberapa IDE atau PHP Editor yang diperbincangkan dan digunakan oleh banyak pengguna di internet, dengan demikan dapat disimpulkan bahwa aplikasi-aplikasi PHP Editor yang banyak di bahas oleh web programmer di internet khususnya bisa disebut sebagai Software PHP Editor Terbaik diantara PHP editor lainya.

Diartikel ini pun saya akan membahas 5 PHP Editor Terbaik yang paling sering digunakan oleh web programmer menurut banyaknya voting di forum dan blog di internet, berikut ulasanya :

1. PHP Designer 8 (shareware)

PHP Designer 8 adalah aplikasi adalah aplikasi PHP editor MPsoftware, aplikasi ini terkenal karena kecepatanya dalam menjalankan program dan project, dukungan bahasa dan framework code dalam PHP Designer ini sangat lengkap diantaranya PHP, HTML, Javascript, CSS, jQuery, JS, YUI, Smarty dan masih banyak lagi.

Untuk informasi lebih lanjut dan mendownload trial dari aplikasi ini silahkan kunjungi mpsoftware.

2. Codelobster PHP (freeware)

Berbeda dengan aplikasi PHP Editor sebelumnya, aplikasi yang di kembangkan oleh Codelobster ini dibagikan secara gratis.

Keunggulan dari aplikasi PHP editor ini pun tidak kalah dengan aplikasi editor lainya, Codelobster mampu mendukung banyak syntax PHP, HTML, CSS, Javascript dan Framework seperti Smarty, jQuery dll, kelebihan dari aplikasi Codelobster PHP ini selain gratis juga mempunyai kehebatan dalam portabilitas dimana anda bisa membawa aplikasi ini dimana saja dalam flashdisk atau memory card tanpa harus menginstall kembali saat digunakan.

Untuk mendownload aplikasi ini secara gratis kunjungi Codelobster

3. Adobe Dreamweaver (shareware)

Aplikasi milik adobe inc. ini memang sudah handal dalam menjalankan tugas sebagai PHP editor, fiturnya yang wah serta dukungan desain yang sudah berbasis GUI membuat aplikasi ini tidak hanya cocok bagi web programmer tapi cocok juga untuk Web desainer.

sayangnya aplikasi yang satu ini tergolong aplikasi yang cukup mahal, selain itu aplikasi ini tidak terlalu bagus di gunakan bagi pemula yang malah akan membingungkan penggunaanya karena fiturnya yang cukup banyak.

untuk informasi lanjut tentang aplikasi Adobe Dreamweaver ini silahkan Kunjungi Adobe

4. Eclipse PDT (freeware)

Satu lagi aplikasi PHP editor gratis yang menjanjikan kehebatanya, aplikasi yang di kembangkan oleh Zend dan IBM menjadi salah satu IDE terbaik yang fokus terhadap pengembangan web khususnya di PHP, meskipun aplikasi ini gratis dan berbasis Open source tapi kehebatanya tak kalah dengan aplikasi editor sekelas dreamweaver sekalipun, bagi anda yang benar-benar serius dalam pengembangan PHP tapi tidak ingin mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli IDE, Aplikasi Eclipse ini bisa menjadi pilihan.

Untuk mendownload aplikasi ini silahkan kunjungi Eclipse Home

5. Rapid PHP 2011 (shareware)

Aplikasi PHP editor yang dikembangkan oleh Karlis Bluementals ini merupakan salah satu PHP editor yang sering saya gunakan, selain mempunyai Live preview aplikasi ini juga bisa terintegrasi dengan aplikasi editor lainya milik bluementals seperti Rapid CSS  2011, Harga yang ditawarkan oleh aplikasi ini pun cukup sebanding dengan fitur yang di berikan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang aplikasi ini silahkan kunjungi Bluementals RapidPHP

Selain 5 aplikasi PHP editor diatas, masih banyak aplikasi-aplikasi PHP editor terbaik yang belum saya review misalnya Netbeans, Notepad++, PHPedit, Jetbrains PHP dll.

Bagi anda yang ingin menggunakan PHP editor apapun itu, usahakanlah fokuslah pada 1 PHP editor tapi menguasai semua fitur yang ada sehingga anda bisa memaksimalkan kemampuan editor tersebut dengan benar.

Sumber : http://www.isowap.com/2012/11/php-editor-terbaik.html

Pengertian Website Dinamis dan Website Statis

website-statis-dan-website-dinamis

Dalam KBBI, statis [sta·tis] berarti dalam keadaan diam (tidak bergerak, tidak aktif, tidak berubah keadaannya); tetap: hidupnya — tidak mau menyesuaikan diri dengan keadaan zaman. Sementara dinamis [di·na·mis] berarti penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan dsb; mengandung dinamika.

Dari pengertian dua kata tersebut kita sudah dapat menyimpulkan pengertian website statis maupun website dinamis. Tetapi, untuk lebih jelasnya, saya akan lebih lanjut menjelaskannya. Pertama, website statis adalah sebuah website yang sekali dibuat, seluruh isi atau kontennya sekali diisi, tidak ada perubahan konten (tulisan, gambar, dll.) dan biasanya menggunakan bahasa HTML saja sehingga pembuatannya terpaku pada satu tempat, satu orang dan satu komputer tempat di mana berkas-berkas HTML itu dibuat. Isi website ini pun tidak dapat dikomentari, tidak ada interaksi dalam website alias hanya satu arah di mana pemilik website memberikan informasi dan para pengguna internet hanya dapat melihat, tidak dapat bertanya maupun memperoleh informasi terbaru. Para pemilik website ini biasanya adalah kantor usaha yang tidak condong ke pemasaran secara online, melainkan semacam penambah bonafit bahwa perusahaannya memiliki website. Dan pemilik hanya sekadar memberi informasi secara umum mengenai perusahaannya.

Website dinamis adalah kebalikan dari website statis, yaitu sebuah website yang sifatnya berubah-ubah setiap waktu khususnya dalam waktu singkat. Perubahan ini bukan perubahan isi atau konten website, tetapi adanya penambahan isi website secara berkala dan dapat terjadi interaksi antara pemilik website dengan pengunjungnya. Isi website bukan sekadar keterangan perihal perusahaan, biasanya terdapat pula artikel-artikel atau tulisan-tulisan yang sifatnya memberi informasi atau berita kepada para pengunjung. Tujuannya pun beragam, tergantung jenis websitenya itu sendiri. Untuk toko online, sudah tentu dinamika website adalah penambahan/pengurangan produk untuk dijual. Bagi para penulis (blogger), sudah tentu membuat tulisan-tulisan. Website forum, setiap pengunjung pengguna dapat membuat topik bahasan di mana pengunjung pengguna lainnya dapat turut berinteraksi. Website jenis ini, dominan menggunakan CMS (sistem manajemen konten). Sekalipun menggunakan bahasa HTML, biasanya menggunakan aplikasi praktis pembuat website. Dengan CMS, seseorang dapat mengubah websitenya di mana saja, kapan saja dan dengan komputer mana saja. Bukan cuma konten yang dapat diubah sewaktu-waktu, tetapi desain pun dapat diganti dengan mudah bahkan dalam hitungan detik.

Perbedaan

Website Statis

Website Dinamis

Rumit melakukan pembuatan atau perubahan Mudah melakukan pembuatan atau perubahan
Fitur sangat terbatas Sangat banyak fitur yang tersedia
Memakan waktu pembuatan lebih lama Memakan waktu pembuatan relatif singkat
Kurang interaktif Sangat interaktif
Kurang SEO Friendly Lebih SEO Friendly
Ukuran berkas relatif kecil Ukuran berkas relatif besar
Desain cenderung sederhana dan klasik Desain lebih menarik, elegan dan modern

Sumber : http://www.onlombok.com/168/pengertian-website-statis-dan-website-dinamis/

Dasar Pembuatan Web Dinamis

dasar-pembuatan-web-dinamis

Banyaknya jenis bahasa pemrograman untuk membangun sebuah website, menjadi tantangan bagi seorang programer website, untuk dapat mengetahui dan memahami fungsi dan penempatan dari setiap bahasa pemrograman yang digunakan.

Pada Tutorial atau pembahasan ini saya akan menjelaskan secara mendetail dan jelas bagaimana dan apa yang harus diketahui dan dilakukan dalam membuat website dinamis.

Saya sangat mengharapkan ini akan menjadi suatu materi yang bermanfaat dan dapat menunjukkan arah serta jalan bagi anda (Khususnya Pemula) yang ingin membuat website dinamis.

Tentulah, Dengan banyaknya jenis bahasa pemrograman yang berbeda-beda ini mungkin akan membuat orang yang ingin terjun kedalam dunia pemrograman Website, menjadi berkecil hati, satu aja susah, apa lagi banyak. mungkin seperti itu, Tapi percalah , Ini semua adalah kekayaan dan keanekaragaman dalam dunia Web. dan akan membuat anda semakin kreatif.

Berikut ini adalah Fungsi dari HTML,PHP, Mysql,CSS, Java Script , secara umum dalam pembuatan website dinamis yang perlu anda pahami dan mengerti.

  • HTML , HTML merupakan bahasa standar yang digunakan untuk menyusun / membangun suatu halaman Website, Di dalam desain web , tidak akan pernah terlepas dengan yang namanya HTML. saya sarankan anda benar-benar menguasai dan memahami apa itu HTML.
  • PHP, dalam pembuatan web dinamis ini, Php merupakan bahasa pemrograman yang bertindak sebagai pemroses data-data yang nantinya berhubungan dengan sebuah Database ataupun tidak.
  • Mysql, merupakan sebuah database yang digunakan untuk menampung data-data yang diperlukan dalam pembuatan website.
  • CSS, membuat web dinamis, agar tampak lebih indah, kreatif, dan memberikan daya tarik bagi yang melihatnya, perlulah melibatkan CSS di dalamnya
  • Java Sript, dapat digunakan sebagai pemroses di browser, memperindah tampilan, untuk lebih jelasnya, cari lah informasi di google.
  • Banyak lagi pada masa sekarang ini plugin2 yang muncul, dalam dunia website, seperti Jquery, Ajax , dll.. yang harus anda pelajari setelah anda sudah bisa dan mempunyai dasar dalam pembuatan website.

Di dalam Pembuatan website pun, sangat diperlukan software pendukung yang mempunyai fungsi khusus dalam Pembuatan website, software-software ini tentunya akan sangat membantu dalam membangun sebuah website. Saya biasa  menggunakan Macromedia Dreamweaver,dan Fireworks.

Dreamweaver adalah aplikasi desain dan pengembangan web yang menyediakan editor WYSIWYG, Dengan Dreamwever kita akan sangat mudah untuk membuat tata letak dan memanipulasi elemen HTML.

Macromedia Fireworks adalah aplikasi desain web, software ini adalah software desain web yang cukup handal, tidak ribet seperti photoshop, tapi kalo anda menguasai photoshop, peran software ini sudah anda dapatkan dan dapat digantikan dengan photoshop.

Apa itu CMS

apa-itu-cms

Sistem manajemen konten (Inggris: content management System, disingkat CMS), adalah perangkat lunak yang memungkinkan seseorang untuk menambahkan dan/atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs Web. Umumnya, sebuah CMS (Content Management System) terdiri dari dua elemen:

  • Aplikasi manajemen isi (Content Management Application, [CMA])
  • Aplikasi pengiriman isi (content delivery application [CDA]).

Elemen CMA memperbolehkan si manajer isi -yang mungkin tidak memiliki pengetahuan mengenai HTML (HyperText Markup Language)-, untuk memenej pembuatan, modifikasi, dan penghapusan isi dari suatu situs Web tanpa perlu memiliki keahlian sebagai seorang Webmaster. Elemen CDA menggunakan dan menghimpun informasi-informasi yang sebelumnya telah ditambah, dikurangi atau diubah oleh si empunya situs web untuk meng-update atau memperbaharui situs Web tersebut. Kemampuan atau fitur dari sebuah sistem CMS berbeda-beda, walaupun begitu, kebanyakan dari software ini memiliki fitur publikasi berbasis Web, manajemen format, kontrol revisi, pembuatan index, pencarian, dan pengarsipan.
Berikut dibawah ini pemanfaatan CMS:

  • Website perusahaan, bisnis, organisasi atau komunitas.
  • Portal
  • Galeri foto
  • Aplikasi E-Commerce.
  • Mengelola website pribadi / blog.
  • Dan lain-lain.

Salah satu perangkat lunak Content Management System yang dikenal luas yaitu MediaWiki, perangkat lunak yang dipakai di Wikipedia dan proyek-proyek sejenis.

Berikut ini merupakan contoh website komunitas CMS Indonesia yang dapat dijadikan sebagai referensi anda:

Semoga bermanfaat

Sumber : http://www.satriamultimedia.com/artikel_apa_itu_cms.html

Langkah-Langkah Membuat Website dengan Joomla

membuat-website-dengan-joomla

Joomla adalah CMS yang populer untuk membuat website. Selain karena mudah, umumnya Joomla bisa dirubah-rubah sesuai keperluan, baik untuk membuat toko online, website forum atau website personal.

Kali ini saya akan mengajak anda untuk mengetahui langkah-langkah membuat website dengan Joomla. Ikuti cara instalasi Joomla secara manual lewat cPanel.

Sebetulnya kita bisa melakukan proses instalasi secara otomatis dengan menggunakan Fantastico. Tapi umumnya fitur di dalam Fantastico tidak menyediakan versi terbaru. Makanya kita lakukan instalasi Joomla secara manual.

Terlebih dahulu kita mendownload paket Joomla versi terbaru (latest stable version) di www.joomla.org. Hingga artikel ini ditulis, Joomla sudah mencapai versi 1.7. Kenapa memilih versi terbaru? Tentunya lebih baik kan. Versi terbaru lebih banyak perbaikannya dari segi keamanan dan fitur-fiturnya. Kita bisa mendownload paket Joomla ini dan menyimpannya di dalam komputer.

Selanjutnya kita beralih membuat database di cPanel. Untuk membuat database, lihat pada tab Databases dan tekan MySQL Databases. Lihat gambar di bawah ini:

fitur-cpanel-300x184

Selanjutnya akan muncul isian untuk membuat database baru (new database). Isilah dengan nama yang diinginkan, misalnya data1. Lalu tekan Create Database. Lihat pada gambar2:

gambar2

Setelah menekan tombol Create Database, maka akan keluar layar konfirmasi yang menandakan bahwa database baru dengan nama data1 telah sukses dibuat. Setelah itu tekan Go Back. Selanjutnya kita akan membuat username dan password untuk database kita.

Dari menu MySQL Databases cari baris MySQL Users. Isilah username dan password di kotak isian. Contoh kali ini kita akan mengisi username dengan nama admin1 dan password 5uk45uk44kuy4 . Lihat pada gambar3.

gambar3

Setelah username dan password terisi, tekan Create User. Untuk isian username bisa sama dengan nama database yang dibuat pada langkah pertama. Jika sukses, maka akan tampil layar yang menandakan bahwa kita sukses membuat username dan password. Catatlah semua informasi ini agar mudah mengingatnya. Selanjutnya tekan Go Back.

Sekarang kita akan memberikan hak akses untuk user admin. Hak akses ini harus diberikan unlimited. Caranya kita kembali ke menu MySQL Databases dan cari menu Add User To Database. Terlihat di dalamnya telah terisi nama user dan nama database yang tadi kita buat. Tekan Add. Lihat pada gambar4:

gambar4

Untuk memberikan hak akses sepenuhnya pada admin, kita centang All Privileges dan tekan Make Changes. Lihat gambar5:

gambar5

Sampai di sini kita selesai membuat database. Selanjutnya kita akan mengupload paket Joomla ke direktori public_html. Urusan upload ini akan memakan waktu lama dan berjam-jam. Pastikan koneksi internet anda lancar.

Mengupload File Joomla ke cPanel
Mengupload file Joomla bisa dilakukan lewat FileZilla. Tapi menurut pengalaman saya, mengupload lewat FileZilla sering tidak bisa terupload penuh. Apalagi mengupload file Joomla yang jumlahnya ribuan, bisa bete deh. Cara mudahnya kita ekstrak dulu file Joomla yang telah kita download tadi. Setelah terekstrak, kita akan mendapat beberapa nama folder seperti administrator, components, images, dll. Setelah itu kita buat folder-folder tersebut menjadi file kompresi .zip.

Contohnya folder administrator kita kompresi menjadi administrator.zip. File components kita kompresi menjadi components.zip dan seterusnya. Tapi untuk file yang ringan seperti htaccess.txt, index.php itu biarkan saja karena ringan untuk diupload.

Setelah semua folder terkompresi, saatnya kita mengupload ke direktori public_html. Dari menu cPanel pilih File Manager. Pada kotak dialog tekan Go. Di situ akan tampak direktori penyimpanan yang masih kosong, hanya berisi folder bawaan cPanel seperti cgi-bin. Kita lihat di bagian kiri atas ada tab Upload. Tekanlah tab ini, dan kita akan dibawa pada layar untuk proses upload. Tekan Browse, lalu muncul kotak dialog berisi pilihan berbagai file dari komputer kita. Kita pilih di mana tadi kita meletakkan file-file Joomla kita. Pilih file administrator.zip, lalu tekan Open pada kotak dialog. Selanjutnya proses upload akan berjalan. Tunggu sampai proses ini menunjukkan 100% complete. Setelah sukses terupload, kita tekan lagi Browse dan memilih file lain. Lakukan hal ini sampai semua file dan folder Joomla terupload ke dalam direktori public_html.

Setelah pekerjaan mengupload selesai, kita bisa ekstrak folder .zip tadi. Caranya pilih pada salah satu folder, misalnya administrator.zip lalu klik kanan, maka akan muncul tab-tab. Pilihlah tab Ekstak. Maka file-file di dalam folder administrator akan terekstrak dengan sendirinya. Setelah berhasil terekstrak, hapuslah folder administrator.zip. Kemudian lakukan pengekstrakan pada folder-folder berekstensi .zip yang lain. Lihat pada gambar6:

gambar6

Selanjutnya kita buka tab baru di browser, ketikkan nama domain di kotak browser. Misalnya: http://www.yourdomain.com , maka kita akan dibawa pada penginstalan Joomla. Ikuti semua arahan dan petunjuk berikut:

1. Choose Language, pilih bahasa yang digunakan untuk proses instalasi, dalam hal ini English. Lalu tekan Next.
2. Pre-installation Check, menandakan pra instalasi yang memperlihatkan informasi di dalam server hosting. Pastikan semua dalam kondisi Yes. Lalu tekan tombol Next.
3. License, berupa lisensi, klik lagi Next.
4. Database Configuration, masukkan informasi ke kotak isian, di antaranya Host Name yang secara default diisi localhost, username dan password diisi sesuai username dan password yang dibuat di MySQL user. Isilah Database Name dengan nama database yang tadi dibuat.
Pada tabel Advanced Settings gantilah Table Prefix dengan prefix apa saja (terdiri dari 3 atau 4 karakter saja) dan tidak disarankan menggunakan prefix bak, karena prefix bak fungsinya untuk backup. Carilah prefix lain, misalnya bleh. Kenapa mesti diganti prefix lain dan bukannya biar tetap jos_  saja? Ini demi keamanan.
5. FTP Configuration, berupa login FTP yang biasanya sama dengan login cPanel.  Klik Next.
6. Main Configuration, berisi konfigurasi web, isikan nama situs, email dan password untuk membuka halaman login administrator Joomla. Tekan Next.
7. Finish, menandakan instalasi selesai. Kita harus menghapus folder Installation melalui cPanel. Caranya masuk ke cPanel>>File Manager dan cari folder Installation, kemudian klik kanan dan pilih delete.

Perlu diketahui bahwa sebelum langkah finish, muncul box petunjuk yang menandakan bahwa file Configuration dalam kondisi tidak writeable karena masih bernama Configuration.php-dst. Untuk itu kita harus menggantinya dengan nama Configuration.php. Lalu copy code yang muncul dalam box tadi dan paste-kan ke dalam file Configuration.php. Setelah itu baru hapus folder Installation.

Sekarang website Joomla kita sudah bisa online. Kita bisa membukanya lewat browser dan mengetikkan alamat web. Untuk masuk ke halaman administrator, kita tinggal ketik alamatweb/administrator, maka akan muncul halaman login. Isikan username dan password Joomla.

Demikian langkah-langkah membuat website dengan Joomla. Semoga bisa membantu bagi anda yang sekarang sedang belajar.

Sumber : http://cahayainspirasi.com/langkah-langkah-membuat-website-dengan-joomla/

Pemrograman JSP

JSP bertujuan untuk menyederhanakan pembuatan dan manajemen halaman web yang bersifat dinamis, dengan cara memisahkan content dan presentasi. JSP merupakan halaman yang menggabungkan HTML dengan scripting tag dan program java. Pada saat JSP dipanggil client melalui browser, JSP tersebut akan di kompile terlebih dahulu menjadi servlet, dan kemudian hasilnya dikembalikan ke client. Sebagai ilustrasi diberikan pada gambar sebagai berikut :

   pemrograman-jsp

Gambar Pemrosesan Halaman JSP

 

Kelebihan JSP

  1. JSP dapat berjalan pada sembarang platform.
  2. JSP cenderung memiliki performansi yang lebih baik, karena JSP dilakukan kompile terlebih dahulu menjadi servlet yang berupa bytecode.
  3. Didukung bahasa Java yang memilki kemampuan OOP dan tingkat reuseability tinggi.
  4. Dapat menggunakan JavaBean untuk mengenkapsulasi kode-kode java.

 

Kelemahan JSP

  1. Proses kompile terhadap halaman JSP mengakibatkan client harus menunggu lebih lama pada saat pertama kali di lakukan loading. Hal ini tentu saja menyebabkan kecepatan proses JSP secara menyeluruh berkurang.

 

Listing Program

<%= “Hello World JSP Sederhana”%>

 

 

Seperti yang dijelaskan diatas, bahwa halaman JSP akan dilakukan kompile menjadi servlet yang diberikan pada Listing program sebagai berikut :

 

Listing Program

package LatihJsp;

 

import javax.servlet.*;

import javax.servlet.http.*;

import javax.servlet.jsp.*;

 

 

public class helloWorld1_2 extends org.apache.jasper.runtime.HttpJspBase {

 

 

static {

}

public helloWorld1_2( ) {

}

 

private boolean _jspx_inited = false;

 

public final synchronized void _jspx_init() throws org.apache.jasper.JasperException {

if (! _jspx_inited) {

_jspx_inited = true;

}

}

 

public void _jspService(HttpServletRequest request, HttpServletResponse response)

throws java.io.IOException, ServletException {

 

JspFactory _jspxFactory = null;

PageContext pageContext = null;

HttpSession session = null;

ServletContext application = null;

ServletConfig config = null;

JspWriter out = null;

Object page = this;

String _value = null;

try {

try {

 

_jspx_init();

_jspxFactory = JspFactory.getDefaultFactory();

response.setContentType(“text/html;charset=ISO-8859-1”);

pageContext = _jspxFactory.getPageContext(this, request, response,

“”, true, 8192, true);

 

application = pageContext.getServletContext();

config = pageContext.getServletConfig();

session = pageContext.getSession();

out = pageContext.getOut();

 

// HTML // begin [file=”D:\\jakarta-tomcat-3.3.1\\webapps\\ROOT\\latihJsp\\helloWorld1.jsp”;from=(0,0);to=(9,1)]

out.write(“\r\n\r\n\r\n\r\n\t\r\n\r\n\r\n\t”);

 

// end

// begin [file=”D:\\jakarta-tomcat-3.3.1\\webapps\\ROOT\\latihJsp\\helloWorld1.jsp”;from=(9,4);to=(9,32)]

out.print( “Hello World JSP Sederhana”);

// end

// HTML // begin [file=”D:\\jakarta-tomcat-3.3.1\\webapps\\ROOT\\latihJsp\\helloWorld1.jsp”;from=(9,34);to=(11,7)]

out.write(“\r\n\r\n”);

 

// end

 

} catch (Exception ex) {

if (out != null && out.getBufferSize() != 0)

out.clearBuffer();

if (pageContext != null) pageContext.handlePageException(ex);

} catch (Error error) {

throw error;

} catch (Throwable throwable) {

throw new ServletException(throwable);

}

} finally {

if (out instanceof org.apache.jasper.runtime.JspWriterImpl) {

((org.apache.jasper.runtime.JspWriterImpl)out).flushBuffer();

}

if (_jspxFactory != null) _jspxFactory.releasePageContext(pageContext);

}

}

}

 

Jika dijalankan pada browser dengan alamat URL :

http://localhost:8080/LatihJSP/helloWorld.jsp

Maka akan menampilkan tampilan sebagai berikut :

 

 hello-world-jsp

Gambar Tampilan helloWorld.jsp pada Browser

 

Elemen-elemen JSP

Struktur halaman JSP adalah penambahan program Java dalam tag <% %> pada suatu halaman HTML untuk membangkitkan content yang bersifat dinamik.

JSP memiliki tiga komponen utama, yaitu :

  1. Directives : merupakan suatu petunjuk bagi web container tentang sesuatu yang harus dilakukan pada saat container melakukan compile halaman JSP.
  2. Scripting Elements : tag untuk menuliskan program Java.
  3. Action : special tag yang memberikan pengaruh pada halaman JSP pada saat runtime.

 

Directives

Sintaks :

<%@ namaDirective attribute1=”value1” attribute2 =”value2” %>

Directives terdiri dari tiga bagian, yaitu :

  1. Page Directive
  2. Include Directive
  3. Taglib Directive

Page Directive

Untuk menentukan dan memanipulasi atribut-atribut pada halaman JSP serta memberikan informasi ke container untuk atribut-atribut yang memerlukan proses tertentu.

Sintaks :

<%@ page ATTRIBUTE %>

Attribute yang digunakan pada Page Directive diberikan pada tabel sebagai berikut :

 

Attribute

Keterangan

Default Nilai

Language Menentukan bahasa pemrograman yang digunakan “Java”
Extends Digunakan untuk men-generate superclass Tidak ada
Import Mengimport package atau class java, seperti halnya pada program Java Tidak ada
Session Menentukan apakah halaman JSP menggunakan HTTP session “true”
Buffer Menentukan model buffering untuk output stream ke client
autoFlush Melakukan reset isi buffer jika sudah penuh “true”
isThreadSafe Mendefinisikan tingkat keamanan mengenai masalah threading halaman JSP. Jika “false” request akan diproses sebagai single Thread, berurutan sesuai urutan kedatangan request “true”
Info Mendefinisikan string informasi yang dapat diperoleh dari implementasi metode Servlet.getServletInfo() Tidak ada
errorPage Menentukan error page, sehingga jika terjadi error, maka halaman JSP ini akan ditampilkan Tidak ada
isErrorPage Memberikan indikasi apakah halaman JSP merupakan halaman error dari halaman JSP yang lain “false”
contentType Menentukan encoding karakter pada JSP dan tipe MIME untuk respons yang dihasilkan JSP.

 

MIME-TYPE text / html CHARSET ISO-8859-1

 

Contoh :

<%@ page language=”Java” import=”java.sql.*“ session=”true” buffer=”12kb” autoFlush=”true” errorPage=”myError.JSP” %>

 

Include Directive

Untuk menyisipkan isi file lain ke dalam file JSP

Sintaks :

<% include file=”namaFile” %>

Contoh :

<% include file=”myHeader.html” %>

 

Taglib Directive

Untuk penggunaan tag library atau tag tambahan.

 

Contoh :

<%@ taglib url=http://Latihan.com/tagKu prefix=”test” />

 

 

 

Scripting Elements

Terdiri dari tiga elemen, yaitu :

  1. Declarations
  2. Scriptlets
  3. Expression

 

Declarations

Declarations merupakan blok program Java yang digunakan untuk mendeklarasikan variable dan method yang akan digunakan dalam program. Variable yang dideklarasikan pada bagian ini akan berperan sebagai variable global pada servlet hasil kompile.

Sintaks :

<%! Deklarasi variable dan method %>

 

Contoh :

<%! int i = 10 ; double x = 5.0 ; %>

 

Scriptlets

Scriptlets merupakan blok program Java yang dieksekusi pada saat pemrosesan request. Scriptlets akan dijalankan sesuai dengan instruksi program yang diberikan.

Sintaks :

<% Sintaks Program Java %>

 

Contoh :

<% System.out.println(“Test Scriptlets”); %>

 

Expression

Expression merupakan cara untuk memperpendek penulisan scriptlets dan akan mengembalikan nilai String yang dikirim melalui output stream.

Sintaks :

<%= Ekspresi Java %>

 

Contoh :

<%

String oAnalisa=oAnalisaReview.getAnalisa(oIDK);

%>

Sumber : http://rendyriskianto.blogspot.com/2010/07/pemrograman-dengan-java-server-pages.html

Pemrograman ASP

pemrograman-asp

Pengertian ASP

Active Server Pages atau ASP merupakan suatu script yang bersifat server-side yang ditambahkan pada HTML untuk membuat sebuah web menjadi lebih menarik, dinamis dan efektif. Dengan ASP kita dapat mengolah data konsumen yang diambil dengan sebuah form, membuat aplikasi-aplikasi tertentu dalam sebuah web, dan database dalam sebuah web.

ASP bukanlah sebuah bahasa pemrograman karena ia masih menggunakan instruksi-instruksi yang ada pada script lain yaitu VBScript dan Jscript. Karena bersifat server-side untuk memberikan kemudahan plus bagi para pemrograman web agar dapat dijalankan pada sebuah PC biasa berbasis windows, maka PC tersebut harus disimulasikan menjadi web server dengan menambahkan fasilitas Personal Web Server (PWS), yaitu sebuah server mini yang dapat menguji script ASP pada komputer pribadi tanpa memerlukan koneksi ke internet.

ASP berjalan didalam lingkungan IIS atau Internet Information Server . keatas yang dijalankan dengan OS Windows NT dan PWS atau Personal Web Server, yang dijalankan dengan OS Windows NT Workstation dan Windows 9x. untuk Windows Professional, Server, Advanced Server dan Data Center, semuanya menggunakan IIS 5.O. akses ke database merupakan fasilitas ASP yang paling sering digunakan. ASP mendukung akses ke database manapun selama database tersebut mendukung OLEDB atau ODBC.

Sejarah ASP

Meskipun sudah mulai terasa bahwa teknologi Microsoft Active Server Pages telah berjalan lama, teknologi ini secara nyata merupakan sebuah teknologi baru, yang diperkenalkan pada tahun 1996. Sebelum ASP, para pengembang software telah membuat website aktif dalam sebuah platform Microsoft menggunakan CGI dan ISAPI, dimana keduanya mengambil bagian dalam perkembangan ASP. Pada tahun 1996, Microsoft memperkenalkan Active Server Pages. ASP memudahkan pengembang software untuk mengeksekusi baris kode ke dalam halaman web. Meskipun teknologi ASP realtif baru dalam pembuatan web dinamis, dalam jangka waktu yang pendek ASP berkembang menjadi satu dari produk pembuatan website dinamis terpenting.

Sejak 1996,n ada beberapa versi daru ASP. Pada tahun 1998, Microsoft memperkenalkan ASP 2.0 sebagai bagina dari Windows NT 4.0. Dengan ASP 2.0 dan IIS 4.0, aplikasi ASP dan beberapa komponen bagian-bagiannya dapat dibuat dalam suatu tempat memori dari tempat web server dengan adanya perbaikan kesalahan. Pada tahun 2000, dengan lebih mengantisipasi dikeluarkannya Windows 2000 dan IIS 5.0, Microsoft meluncurkan ASP 3.0. Perbedaan antara kemampuan ASP 2.0 dan ASP 3.0 tidak begitu terlihat. Bagaimanapun juga, pada saat berjlana di Windows 200 .NET untuk pertama kalinya diperkenalkan di muka umum, berikut bahasa pemrograman baru C# (C-sharp) dan berharap dapat memberikan kontribusi yang baik dan lebih fleksibel dari sebelumnya. Teknologi ini diharapkan memberikan dukungan yang luas terhadap berbagai macam standar internet.

Aturan-Aturan Menulis Script ASP

  • Menulis Delimiter

Istilah delimiter menunjuk pada tanda <% . . . %> tempat kode ASP diletakkan. Paling tidak ada 3 cara yang bisa anda pakai salah satunya, atau semuanya, untuk menulis ASP.

Cara pertama adalah dengan menulis tanda delimiter  satu baris demi satu satu baris seperti ini.

<% For Ulang = 1  to 30%>
<%=Hutang%>
<% Next %>

 

Cara kedua adalah dengan menulis seprti ini :

 

<% Dim Ulangi
for Ulangi = 1 to 30 %>

Dan, cara terakhir  hanya meletakkan delimiter di awal dan di akhir script ASP ini.

<%
Dim Ulangi
for Ulangi = 1 to 30


Next
%>

 

Anda bebas menentukan teknik penulisan yang anda suka, Sebagai tambahan ketiga teknik penulisan di atas bisa di gunakan seluran dalam satu buah script.

 

  • Penulisan Case

Penulihan Case berisi sebuah aturan tentang panggunaan huruf kapital dan huruf kecil dalam penulisan script. Di ASP, dan juga pada kebanyakan pemrograman lainnya yang berbasis MS Window, tidak mengenal adanya aturan case sensitive. Artinya besar kecilnya huruf mempengaruhi jalan script.

Anda bisa menulis script dengan gaya mini seperti ini :

 

<% response .write(“1234567890″) %>

 

Atau dengan gaya seperti ini :

 

<% RESPONSE .WRITE (“1234567890″) %>

Atau dengan campuran seperti ini:

<% Response.Write(“1234567890″) %>

 

ASP juga mengijinkan kita untuk menulis script dengan gaya campur aduk seperti ini, namun tidak disarankan :

 

<% RESponse.wriTE(“1234657890”) %>

 

  • Menyambung Script

Suatu Saat nanti mungkin anda harus membuat atau menjumpai script yang panjang  di sini adalah membentang dari kiri ke kanan, dan bukannya di atas ke  bawah. Salah satu kerpotan yang mungkin menymbul dari script yang panjang itu terletak pada tata cara  peotongan satu script tersebut untuk merubahnya menjadi beberapa baris yang lebih pendek.

Di ASP, Anda tak bisa memenggal satu baris script yang terlalu panjang secara sewenang-wenang sebab nanti setip baris script aka di anggap sebagai satu yang utuh serta berdiri sendiri

Sebagai contoh anda akan membuat script satu baris yang panjang ini:

 

<% if BarkatiBegundal = “Orang” and wajah = ” berjerawat ” Then %>

 

Dan, Script di atas akan digunting menjadi dua baris. Maka anda harus memotong dengan tanda UnderScores Seperti : _

 

<% if BarkatiBegundal = “Orang” And _ %>
<% Wajah = “berjerawat” Then %>

 

Jika Anda lupa memberi tanda UnserScores maka script kedua akan dianggap script yang berdiri sendiri.

Tipe Data ASP

Melanjutkan seri tutorial pemrograman ASP kali ini akan dibahas mengenai tipe data di dalam VBScript. VBScript hanya mengenal satu tipe data yaitu variant. Tipe data ini dapat dipergunakan untuk menampung berbagai jenis data, seperti bilangan, string, float, dll tidak harus menentukan jenis data apa yang bisa dimasukkan ke dalam variable pada saat mendeklarasikannya. Walaupun demikian tipe data variant memiliki beberapa subtype yang dikategorikan berdasarkan jenis data yang digunakan anatara lain. :

  1. Empty variant yang belum diinisiasi artinya belum diberikan nilai awal.
  2. Null variant yang tidak berisi nilai apapun, nilainya tidak didefinisikan, tidak berupa bilangan atau string kosong sekalipun.
  3. Boolean variant yang berisi nilai Tru atau False.
  4. Byte variant yang berisi nilai integer dengan rentang 0-255.
  5. Integer variant yang berisi nili numeric dengan rentang -32.768 – 32.768.
  6. Currency variant yang menampung bilangan riil dengan rentang

-922.337.203.685.477.5808 – 922.337.203.685.477.5808

  1. Long variant yang menampung nilai bilangan integer dari -2.147.484.648 sampai 2.147.483.648.
  2. Single variant yang menampung nilai riil berpresisi tunggal dengan rentang nilai -3.402823E38 hingga -1.401298$-45 untuk bilangan negative, dan dari 1.401298E-45 sampai 3.402823E38 untuk bilangan positif.
  3. Double variant yang menampung nilai bilangan riil berpresisi ganda dengan rentang nilai -1.79769313486232E308 hingga -4.940656458841247E-324 untuk negative dan 4.940656458841247E-324 hingga 1.79769313486232E308 untuk nilai positif.
  4. Date [Time] variant yang berisi data tanggal dan atau waktu dengan rentang tanggal mulai dari 1 Januari 100 hingga 31 Desember 9999
  5. String variant yang menampung nilai berupa teks yang mencapai 2 juta karakter.
  6. Object variant yang menampung data berupa object.
  7. Error varaiant yang berisi data berupa kode error.

Variabel Pada ASP

Sebuah variabel dinaytakan di luar prosedur dapat diakses dan diubah oleh script dalam file ASP. Sebuah variabel dideklarasikan di dalam prosedur yang dibuat dan dihancurkan setiap kali prosedur tersebut dieksekusi. Tidak ada script di luar prsedure yang dapat mengakses atau mengubah variabel.

Untuk mendekalarasikan bariabel yang dapat diakses oleh lebih dari satu file ASP, mereka dideklarasikan sebagai session variable atau application variable.

Session Variables

Variabel ini dugunakan untuk menyimpan informasi tentang satu single user, dan tersedia untuk semua halaman dalam satu aplikasi. Biasanya informasi yang disimpan dalam session variable adalah nama, id, dan preferensi.

Application Variables

Variabel ini tersedia untuk semua halaman dala satu aplikasi. Application variables digunakan untuk menyimpan informasi tentang semua pengguna dalam satu aplikasi tertentu.

Untuk mendeklarasikan variabel pada asp.net, cukup dengan menggunakan cara :

Tipe_data nama_variabel;

Contoh membuat variable integer errorCode

 

Int errorCode ;

 

Contoh membuat string Variabel myName

 

String myName;

 Konstanta Pada ASP

Konstanta merupakan suatu tempat menyimpan data yang niliainya tetap, tidak akan dapat diubah. Biasanya konstanta digunakan untuk menyimpan data yang datanya tidak akan pernah berubah dibagian manapun dari script. Misalnya untuk phi yaitu 3.14, maka kita dapat membuat konstanta untuk phi yang berisi nilai 3.14, karena nilai tersebut tidak akan berubah (bersifat tetap).

Untuk membuat konstanta pada asp.net digunakan keyword const.

Syntax: Const type_data nama_konstanta = nilai_konstanta;

Contoh :

const int myConst1 = 10;

const int myConst2 = myCOnst + 1;

Comtoh Program

<html>

<head>

<title>Pemrograman ASP</title>

</head>

<body>

<%

Dim halo1

Halo1 = “Hallo dieksekusi dari server”

Response.Write(halos)

%>

<hr>

<script language=VBScript>

Dim halo2

Halo2 = “Hallo dieksekusi dari client”

Document.Write(haloc)

</script>

</body>

</html>

Sumber : http://blog.uad.ac.id/heriprasetyo/2012/05/07/pengenalan-asp/

PHPEdit

PHPEdit_Screenshot

PHPEdit adalah komersial IDE yang dikembangkan oleh Perancis SARL perusahaan Waterproof. Hal ini ditulis dalam Delphi dan berjalan pada Microsoft Windows sistem operasi , dan dirancang terutama untuk PHP bahasa, tetapi mendukung banyak bahasa lain seperti CSS , HTML , JavaScript , INI , PHPEditScript, plaintext, SQL , XML , dan XSLT . PHPEdit saat ini biaya € 89,00; Sebuah lisensi gratis masih tersedia, tetapi hanya untuk penggunaan non komersial (homepage pribadi atau studi sendiri).

Fitur

  • Sintaks penyorotan untuk beberapa bahasa dalam satu dokumen. Bahasa yang didukung yaitu CSS, HTML , JavaScript , INI , PHPEditScript, PHP , plaintext, SQL , XML , dan XSLT
  • Petunjuk untuk kode HTML , SQL dan PHP
  • Kode Insight untuk HTML , SQL dan PHP
  • Kode beautifier
  • Terpadu PHP debugger
  • Otomatis sintaks memeriksa
  • Bantuan Generator
  • Tugas Reporter
  • Customizable pintas
  • Lebih dari 150 scriptable perintah
  • Keyboard template
  • Untuk melakukan laporan-Generator
  • QuickMarks
  • File Explorer
  • FTP Explorer
  • EZ Publish integrasi
  • CVS dan SVN integrasi
  • Solusi Explorer
  • Database Explorer
  • Kode browser
  • Visual Query Builder
  • Manajer Proyek
  • Plugin
  • Terpadu bantuan manual
  • PHPUnit integrasi

Sejarah

PHPEdit pembangunan dimulai sebagai proyek pribadi dari Sébastien Hordeaux pada tahun 1999. Didistribusikan secara bebas melalui Internet, masyarakat proyek berkembang menjadi lebih dari 200.000 pengguna. Selama periode pertumbuhan, Sébastien bertemu John Knipper, Bertrand Dunogier dan Daniel Lucazeau. Pada bulan April 2004 mereka membantunya menciptakan SARL Waterproof.

Pada bulan Juli 2004, versi komersial pertama dari IDE dijual dan sejak, ratusan perusahaan telah mengadopsi PHPEdit sebagai lingkungan pengembangan utama mereka untuk PHP.

Pada bulan November 2004, Bastien Hofmann bergabung dengan perusahaan untuk mempercepat pembangunan PHPEdit.

Pada bulan April 2005, Jean Roussel bergabung dengan perusahaan untuk memperkuat departemen pengembangan PHP dan mengembangkan solusi baru yang disebut WIT, sebuah PHP pelacak isu berbasis.

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/PHPEdit